Pertemuan 11 KFK: Titrasi Iodimetri Vitamin C
Rabu, 26 April 2023
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ujian Akhir Semester Imunologi dan Serologi
Nama: Keisya Nabila Amanda Nim : G1E121029 Kelas : A 1. Jelaskan mengapa a da perbedaan antara maturasi sel limfosit T dan maturasi s...
-
Pertemuan 14 Kimia farmasi kuantitatif Prinsip Argentometri dalam bidang farmasi https://youtu.be/uvpsIaQRC7E
-
https://youtu.be/RmVgxV7Ijy0?si=_v1OjLOsGtBMSWoD Kelompok 2 Kelas A HIPERSENSITIVITAS DAN ALEEGI OBAT PERTEMUAN 7 IMUNOLOGI DAN SEROLOGI 1. ...
-
https://youtu.be/b6CVUSwP0pQ
Sesuai yang telah dijelaskan oleh keisya pada jurnal tersebut bahwa sampel yang digunakan hanya 10 gram sedangkan pada penelitian sebelumnya 100 gram. Mengapa penggunaan sampel nya berbeda, apa yang menjadi perbedaan jika menggunakan sampel 10 gram dan 100 gram, bagaimana hasil yang didapatkan pada sampel 100 gram tersebut?
BalasHapushasilnya kadar vitamin c pada sampel 100 gram tersebut akan tinggi
BalasHapuspada sampel dengan bobot yg berbeda akan menghasilkan hasil yang berbeda pula. jika sampel terlalu sedikit maka kadar vitamin c yang didapatkan dari uji penentuan akan rendah pula. jika sampel yg digunakan banyak maka hasil kadar vitamin c akan didapatkan dalam jumlah persentase yang tinggi
Dari jurnal yang keisya ambil pada sampel jerami nangka terdapat perubahan warna dari biru menjadi merah bata sedangkan dari jurnal yang saya ambil pada sampel mangga kweni terdapat perubahan warna menjadi biru. Saya ingin bertanya kepada keisya mengapa perubahan warna pada sampel jerami nangka dan mangga kweni itu berbeda? sedangkan kedua titrasi nya sama-sama menggunakan larutan iodium?
BalasHapuspada sampel jerami nangka untuk hasil yang didapatkan dari perubahan warna dari biru menjadi merah Bata adalah tahapan uji kualitatif menggunakan reagen Benedict untuk melihat sampelnya positif mengandung vitamin c atau tidak. sedangkan sampel mangga kweni perubahan warna menjadi biru terjadi pada tahapan uji titrasi iodimetri
Hapus